BANDA ACEH – Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Lomba Kreasi Audio Visual Sejarah. Acara ini digelar sejak 2012 dan bertujuan sebagai media pembelajaran khusus bagi siswa/i tingkat SMA, guna meningkatkan ketertarikan dan kepedulian dari pemuda/pemudi dalam mengenal sejarah Indonesia. Acara dibuka oleh Sainih selaku Kasubdit Program Evaluasi dan Dokumentasi, Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
Sebanyak 16 proposal terbaik telah diseleksi. Ke-16 tim terbaik tersebut dipanggil ke Jakarta untuk menjalani pelatihan. Setelah mengalami proses seleksi kembali maka tersisalah 6 tim terbaik menuju ke final. Para juri akan menilai 6 tim peserta tersebut untuk menentukan urutan pemenang yang akan mendapatkan anugerah penghargaan. Peserta yang beruntung menjadi finalis lomba kreasi audio visual berasal dari SMAK Harapan Denpasar (Bali), SMAN 5 Balikpapan (Kaltim)¸ SMAN 1 Ternate (Maluku Utara), SMAN 1 Imogiri Bantul (Jogjakarta), SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMAN 15 Medan (Sumatera Utara).
GRAND FINAL
Setelah ke-6 kelompok melakukan presentasi terakhir di depan dewan juri untuk menentukan siapa juara pertama sampai harapan 3. Maka pada sore harinya saat yang ditunggu-tunggu oleh peserta dan puluhan penonton pun tiba, dewan juri yang diwakili oleh Bondan Kamulyoso mengumumkan para pemenang lomba kreasi audio visual sejarah 2015
Para pemenangnya adalah:
- Juara ke – 1, SMAN 5 Balikpapan (Kalimantan Timur)
- Juara ke – 2, SMAN 10 Fajar Harapan Aceh (Banda Aceh)
- Juara ke – 3, SMAN 1 Imogiri Bantul (Yogyakarta)
- Juara Harapan ke – 1, SMAK Harapan Denpasar (Bali)
- Juara Harapan ke – 2, SMAN 1 Ternate (Maluku Utara)
- Juara Harapan ke – 3, SMAN 15 Medan (Sumatera Utara)
Sambutan sekaligus penutupan acara di sampaikan oleh Bapak Nono Adya Supriyatno, Sekretaris Dirjenbud Kemendikbud yang juga sekaligus sebagai PLT. DitJen Sejarah dan Nilai Budaya. Harapan Beliau dalam sambutnya adalah dalam jangka waktu 7 atau 10 tahun kedepan yang memenangkan ajang di FFI (Festival Film Indonesia) adalah para remaja yang ikut serta lomba kreasi audiovisual sejarah sekarang. Teruslah berkarya karena berhenti berkarya sama dengan mati. Ikut sertalah merubah lingkungan sebagai sumbangsih bagi Bangsa dan Negara.
Adapun yang menjadi Juri Penilai adalah:
- Sainih, (Diektorat Sejarah dan Nilai Budaya Dirjen Kebudayaan)
- Jabatin Bangun (Institut Kesenian Jakarta)
- Tommy Taslim (Institut Kesenian Jakarta)
- Bondan K (Universitas Indonesia)
- Erwin Setiawan (Metro TV)
Audiens bisa memberikan penilaian untuk kategori karya perserta terfavorit. Waktu presentasi adalah 5 menit, dilanjutkan penayangan video karya peserta. Setelah perhitungan suara juara favorit pilihan penonton adalah SMUN 1 Imogiri Bantul (Yogyakarta).








